How to Series – Presentasi Bisnis Kepada Calon Investor (Part 1)
Salah satu faktor terpenting bagi pebisnis adalah ketersediaan dana segar (fresh money) untuk membiayai operasional perusahaan. Meski bukan satu-satunya faktor, tapi ketersediaanya merupakan penentu bagi berdirinya suatu entitas bisnis. Namun demikian bagi pebisnis pemula untuk mendapatkan dana segar bukanlah persoalan yang mudah karena memang diperlukan adanya pengalaman, relasi bisnis dan luas, dan juga teknik-teknik khusus yang memadai. Dalam tulisan terdahulu saya telah mengulas tentang cara-cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh modal bisnis, oleh karena itu dalam kesempatan ini saya akan fokus untuk mengulas tentang tips dan teknik presentasi di hadapan calon investor guna memperoleh dana segar yang kita perlukan guna mendirikan suatu entitas bisnis.
Menurut saya alternatif ini jauh lebih menguntungkan dibanding alternatif pendanaan yang lain karena beberapa hal: 1) Lebih mudah bagi pengusaha pemula dibanding memperoleh pinjaman bank, 2) Bisa berbagi resiko dengan partner bisnis, 3) Tidak perlu membayar bunga dan menyertakan jaminan, 4) Kita bisa memperoleh nilai tambah dari partner yang berupa pengalaman, relasi bisnis, dsb. Tetapi harus disadari juga bahwa alternatif ini memiliki beberapa persyaratan dan juga kendala seperti: 1) Tidak mudah memperoleh partner yang sesuai, 2) Kita tidak memiliki kendali 100% terhadap bisnis kita, 3) Terdapat resiko perpecahan atau bisnis kita diambil-alih oleh investor kita.
Bila kita sudah yakin tentang alternatif pendanaan bisnis dari pihak eksternal, maka ada baiknya kita segera menyiapkan langkah-langkah strategis guna memastikan bahwa kita akan berhasil memperoleh kucuran dana dari mereka. Pada dasarnya terdapat beberapa jenis investor, diantaranya: 1) Investor Perorangan/Individual, 2) Lembaga Investasi Swasta/Venture Capital, 3) Investasi dari Pemerintah, dan 4) Investasi berbasis Sosial/Investasi dana CSR (Corporate Social Responsibilities)/PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan).
Pada dasarnya semua jenis investasi tersebut adalah baik dan menguntungkan dan lebih tergantung pada kesempatan yang Anda miliki untuk memperoleh akses ke investor tersebut di atas. Anda dapat mencari informasi tentang investasi dari lembaga swasta maupun pemerintah melalui media massa, internet, LSM, atau langsung datang ke institusi yang bersangkutan. Berdasarkan pengalaman saya BUMN diwajibkan menyisihkan dana beberapa persen dari keuntungan yang diperolehnya untuk dapat disalurkan sebagai permodalan bagi pebisnis berskala kecil dan menengah (UKM). Sepengetahuan saya Pertamina, BRI, Bank Mandiri, PNM, dsb menyediakan dana ratusan miliar dalam program PKBL tersebut namun penyalurannya tidak berlangsung dengan baik dikarenakan minimnya sosialisasi kepada masyarakat.
Setelah memperoleh informasi yang memadai mengenai calon investor, maka langkah selanjutnya ialah menyiapkan Business Plan dan presentasi bisnis kepada calon investor. Anda harus meyakinkan diri Anda bahwa Business Plan yang Anda buat merupakan dokumen terbaik yang pernah Anda buat sepanjang hidup Anda karena mungkin tidak akan pernah ada kesempatan kedua. Terbaik disini bukan berupa dokumen yang menyajikan informasi super optimistis dengan angka-angka tinggi yang tidak masuk akal.
Business Plan yang bagus adalah dokumen yang menyajikan informasi yang: 1) Jujur/Honest, 2) Menyeluruh/Comprehensive, 3) Masuk akal/Doable, 4) Jelas/Clear, dan 5) Informatif, 6) Dirancang dengan profesional/Presentable. Kalau Anda berhasil membuat Business Plan seperti itu maka Anda sudah setengah jalan menuju keberhasilan. Saya akan menyampaikan anatomi Business Plan yang memiliki “nilai jual” tinggi dalam tulisan di lain waktu.
Keyword : bisnis, investor, motivator



















