Menciptakan Perubahan Menuju Indonesia Yang Lebih Baik

Created on August 3, 2015 at 12:46 am by Awie S.

Menciptakan Perubahan  Menuju Indonesia Yang Lebih Baik dengan Servant Leadership

 Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalu berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok kecil maupun dalam kelompok besar.

Untuk menjadi lebih baik, para anggota kelompok selalu membutuhkan seseorang yang bisa memimpin kelompok itu supaya bisa berfungsi baik dan supaya tidak terpecah belah. Untuk itu dibutuhkan para pemimpin yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang efektif serta dapat menjadi panutan untuk anggota kelompoknya.

Demikian juga majunya sebuah negara ditentukan oleh kualitas para pemimpin dan budaya kepemimipinan yang diterapkan.

Secara umum, banyak pemimpin Indonesia masih dipengaruhi oleh budaya kepemimpinan yang otokratis.

Kepemimpinan yang otokratis cenderung menganggap organisasi sebagai milik pribadi serta mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi. Dalam kepemimpinan yang otokratis biasanya bawahan dianggap sebagai alat semata-mata, sang pemimpin biasanya terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, yang dalam tindakanmya mempergunakan pendekatan yang sering sekali mengandung unsur paksaan dan cenderung hanya mementingkan kepentingan pribadi atau kelompoknya.

 

Servant Leadership, Budaya Memimpin Dengan Melayani

Meski konsep Servant Leadership sudah ada sejak zaman dahulu kala dan dipraktekkan oleh para nabi, guru besar dan tokoh besar dunia, filosofi Servant Leadership dipopulerkan kembali oleh Robert K Greenleaf pada tahun 1970. Karena memberikan hasil yang baik, filosofi ini kemudian banyak diadopsi sebagai corporate culture oleh banyak perusahaan dan organisasi besar dunia.

Servant Leadership adalah sebuah filosofi yang dimulai dari keinginan untuk melayani dengan memprioritaskan kebutuhan orang lain, jadi seorang servant leader mengambil inisiatif untuk melayani kebutuhan orang banyak dan dengan demikian menginspirasi orang orang disekeliling untuk mengikuti tindakannya.

Filosofi Servant Leadership dalam sebuah organisasi juga menekankan bahwa tugas melayani bukan menjadi tugas sang pemimpin saja atau kelompok tertentu saja, melainkan semua orang dalam sebuah organisasi wajib melayani untuk memimpin dan menginspirasi orang orang disekeliling dengan memberi contoh dan memberi pelayanan yang terbaik sesuai dengan jabatan dan tugas masing masing.

Oleh karena itu, filosofi budaya Servant Leadership bisa dijadikan sebagai solusi efektif untuk Mempercepat Proses Perubahan Menuju Indonesia Yang Lebih Baik.

Selain diterapkan sebagai budaya dalam organsasi pemerintah, konsep dan mindset Servant Leadership efektif jika mulai dibiasakan kepada siswa sekolah dan mahasiswa yang kelak akan menjadi para pemimipin bangsa.

Untuk menjadi seorang Servant Leader yang efektif, dibutuhkan keterampilan keterampilan  softskills tertentu yang dirangkum dalam program pelatihan seperti:

  • Service Leadership.
  • Creative Problem Solving Skills.
  • Mentoring & Coaching Skills.
  • Effective Communication Skills.
  • Influence & Persuasion Skills.
  • Emotional Inteligence.
  • Emotional & Stress Managemet.
  • Systemic Thinking Skills.
  • Organisational Skills.
  • Self Management & Motivation.
  • Mission & Vision Development.
  • Hipno Parenting.
  • Hipno Teaching.
  • Dan lain lain sesuai dengan kebutuhan.

Comments

Comments are disabled for this post.